Ternyata bukan hanya ISIS yang akan mengempur AS, ada organisasi lain yang di tuding oleh pejabat AS sebagai teroris yang akan menyerang barat. Seperti diketahui oleh badan intelijen Amerika bahwa teroris ini berada di tahpa akhir plot menyerang Amerika dan Eropa.
Intelijen menyebutkan bahwa kelompok ini bernama Khorasan dan akan menyerang dengan cara meledakan pesawat terbang dengan tabung pasta gigi atau baju yang di selundupkan ke kapal perang tanpa terdeteksi.
Sebelumnya nama kelompok ini tidak pernah terdengar sebagai ancaman yang berbahaya bagi Negara adikuasa tersebut. Kata salah seorang sumber kepada CNN mengatakan bahwa Khorasan berangotakan veteran militer Al Qaeda yang merencanakan serangan ke AS dan target Negara barat lainya.
Belakangan ini nama Khorasan terungkap. Organisasi ini hanya salah satu pecahan Al Qaeda yang mencoba untuk membentuk kekuatan baru setelah kematian pemimpinya yaitu Osama Bin Laden.
Pihak gedung putih meyakini bahwa ancaman ini bukanlah omongan kosong belaka dan mengangap bahwa Khorosan ini berpotensi menimbulkan barbahaya. . Intelijen AS berhasil menyadap pembicaraan atau diskusi dari khorosan, selain itu untuk pertama kalinya organisasi ini terungkap oleh James Clapper yang merupakan Direktur Intelijen Nasional AS. Khorosan mungkin lebih berbahaya daripada ISIS ujarnya.
Terinspirasi 9/11
Menurut salah satu sumber dari oposisi suriah bahwa khorosan terinspirasi serangan 11 september 2001 ke WTC dan pentagon. Selain itu gerakan ini secara aktif merekrut anggota baru yang memiliki passport barat sehingga memudahkan akses untuk menuju ke sana.
Pemimpin Khorosan ini bernama Muhsin Al Fadhli seperti yang di laporkan, dia menjadi pemimpin veteran Al Qaeda dari Afghanistan, Pakistan dan yaman.
Menurut laporan New York Times, Fadhli telah bergabung menjadi anggota Al Qaeda sejak masih remaja sekaligus orang yang tahu tentang penyerangan 9/11.
Selain merekrut anggota baru dari Negara barat kelompok Khorosan juga merekrut sejumlah ahli pembuat bom yang berasal dari yaman dan Ibrahim Al Ashiri.
